Industri Kecil Menengah Gratis Gunakan Mesin Packing di Rumah Kemasan

Kotamobagu, FaktaBMR.com – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kotamobagu terus melakukan berbagai terobosan dalam mendorong peningkatan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Kotamobagu.

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Pelatihan Pengoperasian Sarana Rumah Kemasan oleh Dispernaker kepada para pelaku IKM yang tersebar di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

Menurut Plt Kepala Dipernaker, Sarida Mokoginta melalui Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Fadlun Paputungan, tujuannya digelarnya pelatihan ini, karena pemerintah kotambagu sudah menyiapkan rumah kemasan lengkap dengan peralatan packing produk pangan.

“Jadi diharapkan para pelaku IKM pangan dapat menggunakan fasilitas yang telah disiapkan pemkot untuk lebih meningkatkan nilai produknya,” kata Fadlun kepada media ini, disela kegiatan, Kamis (21/11/2019).

Menurut Fadlun, Penggunaan alat ini disiapkan gratis untuk para pelaku IKM yang ada di Kotamobagu, namun tidak menutup kemungkinan jika ada IKM diluar Kotamobagu bisa juga menggunakan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah kotamobagu tersebut.

“Jadi seluruh peralatan ini gratis digunakan IKM melalui rumah kemasan, jadi kami bentuk pengurus dan pengurusnya itu diambil dari pelaku IKM yang ada di kotamobagu,” ungkap Fadlun.

Dalam kesempatan tersebut, Fadlun juga sedikit menjelaskan kegunaan serta tata cara pengoperasian seluruh mesin yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 ini.

“Ini ada mesin packing kemasan, bisa untuk bubuk kopi, gula semut, biji-bijian dan sudah ada takarannya 200, 250, dan 500 gram. Kemudian ada mesin vakum namanya siler gas gunanya untuk menjaga keawetan dan kualitas produk makanan serta ada juga mesin untuk mencetak masa kadaluwarsa makanan, kode produksi serta berbagai fungsi lainnya. Jadi semuanya lengkap tersedia di balai kemasan sini,” terangnya.

Untuk kedepannya lanjut fadlun, tekhnis penggunaan mesin-mesin ini tergantung pengurus bagaimana memanagementnya.

“Tinggal bagaimana pengurus mengaturnya, seperti penyediaan bahan baku kemasan yakni plastik aluminium foil. Tapi untuk sementara ini plastik kemasan masih dari pemerintah, supaya menghemat biaya produksi mereka, karena untuk bahan kemasan saat ini masih pesan di luar daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *